Penulis Jihan Inayah
Hidup di dunia yang beragam berarti mengakui dan menghargai perbedaan. Dengan merangkul budaya, bahasa, dan tradisi lain, anak-anak mengembangkan empati dan kesadaran, sehingga memungkinkan mereka untuk terhubung dengan orang-orang dari berbagai latar belakang.
Sekolah adalah kunci dalam memupuk nilai-nilai ini. Penelitian menyoroti bahwa anak-anak yang terpapar dengan keragaman budaya akan memiliki kecerdasan emosional dan kemampuan beradaptasi yang lebih baik, yang sangat penting untuk menjelajahi dunia yang saling terhubung. Di Sekolah Inspirasi, misi ini menjadi hidup selama Pekan Bahasa dan Hari PBB.
Pekan Bahasa merayakan warisan bahasa Indonesia yang kaya sekaligus memperdalam pemahaman siswa akan bahasa Inggris dan Mandarin. Sesi mendongeng oleh staf dan orang tua melibatkan siswa dalam bahasa-bahasa ini melalui kegiatan interaktif dan langsung, yang memicu keingintahuan dan kecintaan mereka untuk belajar.
Hari PBB, yang diperingati secara global pada tanggal 24 Oktober, menawarkan platform lain untuk eksplorasi budaya. Para siswa mengenakan pakaian tradisional dari berbagai negara seperti Jepang, Korea Selatan, dan UEA, berpartisipasi dalam parade, pertunjukan, dan kegiatan kelas tematik. Para orang tua bergabung dengan berbagi hidangan tradisional, menciptakan pengalaman potluck yang memupuk ikatan komunitas.
Acara-acara ini menunjukkan kekuatan bahasa dan budaya untuk menghubungkan kita. Dengan melibatkan orang tua dan pendidik secara aktif, kami membantu anak-anak menghargai peran mereka sebagai warga negara global, yang siap berkontribusi secara positif bagi komunitas mereka dan sekitarnya.