Berita

Perayaan Tahun Baru Imlek yang Meriah: Merangkul Tradisi dan Kebahagiaan di Sekolah

Penulis Agatha Palupi, Wali Kelas Pembibitan 1

Indonesia memiliki populasi etnis Tionghoa terbesar di ASEAN, dengan perkiraan 10 juta orang. Keindahan keberagaman memperkaya budaya, seni, kuliner, dan pendidikan. Bahasa Mandarin merupakan salah satu bahasa terpenting di dunia dan telah diperkenalkan secara bertahap di Indonesia sejak tingkat prasekolah. Oleh karena itu, banyak sekolah di Indonesia juga merayakan Tahun Baru Imlek untuk menandai pergantian Tahun Baru dalam kalender Tiongkok. 

Perayaan Tahun Baru Imlek di sekolah biasanya memiliki beberapa tujuan penting, antara lain:

  • Melestarikan Budaya: Membantu siswa memahami dan menghargai budaya Tionghoa, termasuk tradisi, nilai-nilai, dan cerita di balik perayaan ini.
  • Pendidikan Sejarah dan Tradisi: Memberikan wawasan tentang sejarah dan makna Tahun Baru Imlek, seperti simbol keberuntungan (misalnya warna merah, angpao, dan tarian barongsai) serta kebiasaan yang dilakukan selama perayaan.
  • Mendorong Kreativitas: Melalui kegiatan seni dan budaya seperti menggambar, membuat dekorasi, atau pertunjukan, siswa dapat mengekspresikan kreativitas mereka sambil belajar tentang tradisi Tahun Baru Imlek.
  • Membangun Kebahagiaan dan Kebersamaan: Perayaan ini juga menciptakan suasana sekolah yang penuh kegembiraan dan semangat, mempererat rasa persatuan antara siswa dan guru.

Tahun ini, Sekolah Inspirasi Sidoarjo merayakan Tahun Baru Imlek dengan tema Tari Naga dan Barongsai. Selama seminggu, para siswa diperkenalkan dengan berbagai aspek budaya dan seni dari Tiongkok.

Perayaan dimulai pada hari pertama dengan pengenalan pakaian tradisional Tionghoa, seperti qipao dan cheongsam. Banyak siswa yang antusias mengenakan dan memamerkan busana tradisional yang indah ini. Pada hari kedua, fokusnya adalah lagu-lagu Mandarin dan gerakan tari tradisional. Para siswa menikmati menari bersama guru dan teman-teman mereka mengikuti irama musik Tiongkok. Pada hari ketiga, siswa dikenalkan dengan makanan khas Tiongkok, seperti Bebek Peking, Baozi (roti kukus), Ayam Kung Pao, Mie Panjang Umur, dan Nian Gao (kue beras ketan).

Untuk semakin memeriahkan acara, orang tua juga dilibatkan. Pada hari keempat, perwakilan orang tua turut serta dalam sesi mendongeng di depan para siswa di kelas. Para siswa sangat antusias dengan kegiatan ini.

Dengan berbagai kegiatan menarik seperti pertunjukan seni, lomba, dan makan bersama, perayaan Tahun Baru Imlek di sekolah menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus mendidik.

Gong Xi Fa Cai, Xin Nian Kuai Le!
Selamat Tahun Baru Imlek! Semoga tahun ini membawa kebahagiaan dan kesejahteraan bagi semua!

Berita Lainnya

Belajar Kebiasaan Sehat dan Kreativitas melalui STEM & Minggu Sehat 2026

Ditulis oleh: Ms Lala – Asisten Guru, K1 Kelud Program Pekan STEM dan Sehat adalah pengalaman belajar yang menarik

Semangat Kartini di Sekolah Inspirasi: Melestarikan Budaya Indonesia

Oleh: Dewina Atika Sari – Guru N2 Bromo Hari Kartini di Sekolah Inspirasi sangat meriah dan bermakna. Dengan

mengajar anak-anak

Mengajar Anak Usia Dini: Antara Logika, Imajinasi, dan Kesabaran Super

Penulis: Swany Anditya, S.Psi. – Koordinator Tahun Awal. Di Sekolah Inspirasi, mengajar anak usia dini lebih dari sekadar menyampaikan pelajaran, ini

Gulir ke Atas