News

Resolusi Awal Tahun: Refleksi Menjadi Pribadi yang Lebih Baik dan Bermakna

Penulis: Indri Savitri, M.Psi, Psikolog, Psikoterapis (Academic Coordinator, Inspirasi Schools)

Awal tahun merupakan momen yang penting untuk melakukan resolusi.  

Batasan resolusi mengacu pada kamus daring Cambridge adalah a promise to yourself to do or to not do something. Dalam konteks tahun baru maka resolusi adalah kegiatan reflektif untuk merencanakan diri menjadi lebih baik.  Awal tahun adalah waktu yang tepat bagi seseorang memulai segalanya dengan semangat baru.  Resolusi ini dapat dilakukan dalam berbagai peran yaitu:

  1. Pada area pribadi
  2. Pada area profesional (pekerjaan)
  3. Pada area keluarga (hal ini berhubungan dengan peran di dalam keluarga).

Resolusi pribadi fokus pada pengembangan diri dan kesejahteraan individu. Biasanya bidang yang menjadi perhatian adalah kesehatan, pengembangan diri, kesehatan mental dan emosional, hubungan sosial, serta keuangan.  Resolusi pada area profesional berhubungan dengan pengembangan karir terkait penguasaan kompetensi tertentu serta peningkatan produktivitas kerja. Sementara itu resolusi pada keluarga berkaitan dengan upaya positif untuk meningkatkan peran dalam keluarga, mempererat hubungan keluarga, sampai dengan menjaga relasi harmonis antar anggota keluarga.

Dalam penetapan resolusi perlu berkaitan dengan tujuan hidup serta nilai-nilai penting yang dianut. Resolusi yang ditetapkan sebaiknya dimulai dari hal perbaikan kecil, memiliki langkah bertahap dalam berproses, serta cukup realistis untuk dilakukan sehingga mendorong semangat baru dalam menerapkannya. Penetapan resolusi harus memperhatikan prinsip SMART yang merupakan kependekan dari Specific, Measurable, Attainable, Relevant and Time-bound.  Dalam Bahasa Indonesia secara lebih gampang resolusi yang berprinsip SMART adalah memfokuskan pada peningkatan perilaku spesifik, terukur, dapat diraih, selaras dengan tujuan jangka panjang, serta memiliki batasan waktu yang jelas.  

Berikut adalah sebuah contoh penetapan resolusi yang baik pada area pengembangan hubungan sosial dalam keluarga terkait dengan peran sebagai orangtua yang selama ini cukup sibuk sehingga kurang ‘bonding’ bersama anak adalah: 

“Dalam 6 bulan ke depan, saya akan meluangkan waktu selama 30 menit selama tiga kali seminggu untuk membaca cerita, mendongeng, bermain di tempat tidur, atau mengajak anak berbicara dari hati ke hati”.

Jika dikaitkan dengan prinsip SMART, pernyataan tersebut memenuhi prinsip:

  • Spesifik (Specific) : Meluangkan waktu untuk aktivitas membaca, mendongeng, atau mengobrol bersama anak.
  • Terukur (Measurable) : 30 menit sebanyak 3 kali dalam seminggu.
  • Dapat Dicapai (Attainable) : Aktivitas ini cukup sederhana dan realistis.
  • Relevan (Relevant) : Meningkatkan kedekatan saya dengan anak, serta mengembangkan aspek ‘sosial-emosional’ anak.
  • Kejelasan Waktu (Time-Bound): Dilakukan selama 6 bulan, dengan dievaluasi secara berkala. 

Sebagai penutup, resolusi adalah aksi untuk menuju perbaikan yang memerlukan konsistensi  serta komitmen agar memberikan perubahan besar dalam diri kita di berbagai peran orangtua di bidang pengasuhan anak, pengembangan diri, atau tujuan spesifik lainnya.

Selamat menjalani tahun 2025 dengan resolusi yang bermakna dan membawa perubahan positif! Silakan Anda berbagi  resolusi Anda di kolom komentar berikut. Selamat Tahun Baru 2025!

Other News

Learning Healthy Habits and Creativity through STEM & Healthy Week 2026

Written by: Ms Lala – Teacher Assistant, K1 Kelud The STEM and Healthy Week programme was an exciting learning experience

Kartini’s Spirit at Inspirasi School: Preserving Indonesian Culture

By: Dewina Atika Sari – N2 Bromo Form Teacher Kartini Day at Inspirasi Schools was very joyful and meaningful. With

teaching children

Teaching Young Children: Between Logic, Imagination, and Superhuman Patience

Author: Swany Anditya, S.Psi. – Early Years Coordinator. At Inspirasi Schools, teaching young children is more than delivering lessons, it

Scroll to Top